Prof. Suteki Ajukan Somasi Umum kepada Pengelola Kanal indonesiatoday.co.id

 Prof. Suteki Ajukan Somasi Umum kepada Pengelola Kanal indonesiatoday.co.id

Mediaumat.id – Pakar Hukum dan Masyarakat, Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum. mengajukan komplain sekaligus somasi umum kepada pengelola kanal berita indonesiatoday.co.id karena dinilainya tidak etis dan melanggar kode etik jurnalistik.

“Saya mengajukan komplain sekaligus somasi umum kepada pengelola kanal berita indonesiatoday.co.id, dan meminta segera menyampaikan permohonan maaf terbuka sekaligus menghapus foto kami. Tindakan yang dilakukan sangat tidak etis dan melanggar kode etik jurnalistik,” ungkapnya kepada Mediaumat.id, Sabtu (12/3/2022).

Prof. Suteki merasa sangat dirugikan karena artikel berjudul Biodata dan Profil Dokter Sunardi: Umur, Agama, dan Profesi Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88, menampilkan gambar foto dirinya.

“Narasi artikel tersebut sangat tendensius karena mengungkap identitas pribadi yang sifatnya privasi ke ruang publik, apalagi dengan narasi terduga teroris yang ditembak mati. Yang paling tendensius dan sangat merugikan saya, gambar tampilan artikel mengambil foto diri saya, Prof. Suteki,” bebernya.

Ia memastikan bahwa foto dalam artikel dimaksud adalah keliru. “Bukan foto dr. Sunardi, melainkan foto saya, Profesor Suteki, Guru Besar Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Diponegoro,” tegasnya.

Prof. Suteki menambahkan, foto tersebut akan mudah diperiksa melalui mesin pencari data di internet (Google), karena selama ini ia banyak berinteraksi di media sosial sehingga dapat dengan mudah dikenali oleh khalayak.

Menurut Prof. Suteki, ada unsur kesengajaan dalam pengunggahan gambar dimaksud meskipun tidak diketahui secara pasti apa motif dan tujuannya.

“Yang jelas, pengunggahan foto dengan narasi peristiwa penembakan teroris terkandung motif dan tujuan jahat. Selain terhadap diri kami, juga terhadap almarhum dr. Sunardi,” ujarnya.

Terakhir, ia mengimbau kepada khalayak agar tidak terbawa narasi tidak bertanggung jawab yang diproduksi oleh siapa pun, baik terhadap Prof. Suteki maupun kepada dr. Sunardi.

“Bagaimana pun, dr. Sunardi belum memiliki status hukum apa pun, sehingga sikap kita wajib husnudzan terhadap beliau sebagai konsekuensi dari taat pada asas tidak bersalah yang menjadi dasar penilaian dalam memberikan simpulan terhadap peristiwa yang dialami almarhum,” pungkasnya.[] Puspita Satyawati

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *