Pamong Institute: Setelah Ada PSN, Harga Tanah Jauh dari Rasa Keadilan

Mediaumat.info – Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai penetapan harga tanah setelah adanya proyek strategis nasional (PSN), jauh dari rasa keadilan masyarakat.
“Jadi tentu penetapan itu jauh dari rasa keadilan masyarakat,” ujarnya dalam Kabar Petang: PSN di PIK 2 Harus Distop? Ini Sederet Masalahnya! di kanal YouTube Khilafah News, Sabtu (18/1/2025).
Pasalya, jelas Wahyudi, bagaimana mungkin suatu tanah yang nilai jual objek pajak (NJOP) awalnya di atas Rp100 ribu mahal tiba-tiba ketika ditetapkan sebagai PSN, jadi turun jadi lebih murah dan yang menentukan pihak aparat, juga pemerintah. Di situlah yang menunjukkan ketidakadilan itu.
“Tentu yang dirugikan adalah masyarakat dan kita tahu nanti, kalau sudah jadi proyeknya harganya bisa naik berlipat-lipat kali gitu, tapi mereka rela atau mereka tega membeli dari masyarakat justru sangat rendah bahkan ditindas betul-betul, sampai harga yang paling murah,” sesalnya.
Wahyudi merasa empati terhadap masyarakat kecil yang tidak mendapatkan hak dan perlindungan dari negara, justru malah ditindas dan dipaksa.
“Saya kasihan terhadap masyarakat kecil yang mestinya mendapatkan keadilan dan perlindungan dari negara, hak-hak tanah mereka, harusnya dilindungi tetapi mereka justru ditindas, dipaksa menjual dengan harga yang dibuat murah, walaupun nanti kita tahu tanah itu akan berharga sangat mahal,” pungkasnya.[] Nandang Fathurrohman
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat